Search

Niat Puasa Tasua dan Asyura 1448 H: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Memasuki bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah Tasua dan Asyura. Kedua puasa ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan memiliki keutamaan yang besar.

Selain menjadi bagian dari ibadah sunnah di bulan Muharram, puasa Tasua dan Asyura juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan serta mengawali tahun baru Hijriah dengan amal saleh.

Lalu, bagaimana bacaan niat puasa Tasua dan Asyura? Kapan waktu pelaksanaannya? Dan apa saja keutamaannya?


Apa Itu Puasa Tasua dan Asyura?

Puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram.

Sementara itu, puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Kedua puasa ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara bersamaan sebagaimana yang dianjurkan oleh para ulama berdasarkan hadis Rasulullah SAW.

Puasa Tasua berfungsi sebagai penyempurna puasa Asyura sekaligus sebagai pembeda dengan tradisi puasa yang dilakukan oleh kaum Yahudi pada hari Asyura.


Niat Puasa Tasua

Arab

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ تَاسُعَةَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Nawaitu shauma yauma Tâsu’â sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya

“Aku berniat puasa Tasua sunnah karena Allah Ta’ala.”


Niat Puasa Asyura

Arab

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Nawaitu shauma yauma ‘Âsyûrâ-a sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya

“Aku berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.”


Kapan Waktu Membaca Niat?

Karena termasuk puasa sunnah, niat puasa Tasua dan Asyura dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum waktu zawal (tergelincir matahari), selama seseorang belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Ketentuan ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA ketika Rasulullah SAW berniat berpuasa sunnah pada pagi hari karena belum menemukan makanan di rumahnya.


Mengapa Dianjurkan Berpuasa Tasua dan Asyura?

Anjuran puasa Tasua berasal dari hadis Rasulullah SAW yang menyatakan keinginannya untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram jika masih hidup pada tahun berikutnya.

Tujuannya adalah untuk membedakan ibadah umat Islam dengan kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Karena itulah para ulama menganjurkan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram dilakukan secara bersamaan.


Sejarah Puasa Asyura

Puasa Asyura memiliki sejarah yang panjang dalam tradisi Islam.

Hari Asyura merupakan hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk rasa syukur.

Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa AS. Beliau kemudian berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan para sahabat untuk melaksanakannya.


Keutamaan Puasa Asyura

Salah satu keutamaan terbesar puasa Asyura adalah penghapusan dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.”

(HR Muslim)

Hadis ini menunjukkan besarnya pahala yang dijanjikan bagi umat Islam yang melaksanakan puasa Asyura dengan penuh keikhlasan.


Puasa Muharram Termasuk Puasa Sunnah Terbaik

Selain keutamaan khusus puasa Asyura, bulan Muharram sendiri merupakan bulan yang sangat mulia.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”

(HR Muslim)

Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak puasa sunnah selama bulan Muharram, termasuk puasa Tasua dan Asyura.


Momentum Memulai Tahun Baru Hijriah dengan Ibadah

Datangnya bulan Muharram tidak hanya menandai pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Melaksanakan puasa Tasua dan Asyura dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengawali Tahun Baru Islam dengan amalan yang dicintai Allah SWT.


Kesimpulan

Puasa Tasua dan Asyura merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Selain memiliki sejarah yang kuat dalam ajaran Islam, kedua puasa ini juga memiliki keutamaan besar, termasuk harapan dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.

Dengan memahami niat puasa Tasua dan Asyura serta keutamaannya, umat Islam dapat memanfaatkan bulan Muharram sebagai momentum untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


FAQ

Kapan puasa Tasua dilaksanakan?

Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram.

Kapan puasa Asyura dilaksanakan?

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Apakah boleh hanya puasa Asyura saja?

Boleh, tetapi lebih utama jika disertai puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram.

Apa keutamaan puasa Asyura?

Puasa Asyura diharapkan menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.

Apakah niat puasa Tasua dan Asyura harus malam hari?

Tidak. Karena termasuk puasa sunnah, niat masih boleh dilakukan pada pagi hari sebelum zawal selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Search