Pemerintah Arab Saudi terus mengembangkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji dan umrah. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan data geospasial dan business intelligence guna memantau pergerakan jemaah secara lebih akurat dan real-time.
Teknologi tersebut dikelola oleh Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran operasional selama musim haji dan umrah.
Memantau Kondisi Lapangan Secara Real-Time
Melalui sistem digital berbasis data geospasial, setiap perubahan yang terjadi di lapangan dapat langsung ditampilkan pada peta digital yang digunakan oleh berbagai instansi terkait.
Berdasarkan laporan Saudi Press Agency (SPA), sistem ini tidak hanya berfungsi untuk memantau mobilitas jemaah, tetapi juga memperbarui informasi lokasi secara real-time. Dengan demikian, para petugas dapat mengambil keputusan operasional secara lebih cepat dan tepat selama penyelenggaraan ibadah haji maupun umrah.
Kelola Lebih dari 20.000 Penanda Lokasi
Selama musim haji 1447 H/2026 M, Komisi Kerajaan mengelola lebih dari 20.000 penanda lokasi, kawasan, dan layanan yang terintegrasi dalam peta digital.
Selain itu, mereka juga mengembangkan lebih dari 20 peta interaktif yang mencakup kawasan Masyair, pusat Kota Makkah, hingga area Masjidil Haram. Kehadiran peta tersebut membantu berbagai pihak dalam memantau kondisi di lapangan secara lebih menyeluruh.
Integrasi Data dengan 30 Instansi
Untuk meningkatkan kualitas informasi, Data Management Office di Arab Saudi mengintegrasikan data dengan 30 instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan haji.
Kolaborasi ini memungkinkan penyediaan data yang akurat secara real-time sekaligus mendukung pemantauan berbagai indikator operasional dalam pelayanan jemaah.
Ribuan Data Geospasial Terus Diperbarui
Komisi Kerajaan juga secara rutin memperbarui informasi mengenai jaringan jalan, lokasi penting, serta berbagai fasilitas yang digunakan oleh jemaah.
Pada musim haji 1447 H/2026 M, lebih dari 4.400 titik geospasial pada peta digital Hudhud berhasil diperbarui. Selain itu, terdapat pembaruan terhadap lebih dari 3.250 data ruas jalan, termasuk pencatatan 70 penutupan jalan dengan pembaruan data yang dilakukan setiap 60 detik.
Kecepatan pembaruan tersebut memungkinkan setiap perubahan kondisi di lapangan segera muncul pada sistem digital sehingga mempermudah pemantauan lalu lintas dan mobilitas jemaah.
Ribuan Titik Layanan Masuk dalam Peta Digital
Pembaruan data juga mencakup berbagai fasilitas yang melayani jemaah haji dan umrah.
Sebanyak 8.248 titik layanan khusus haji ditinjau melalui peta Balady, sementara 3.119 titik baru ditambahkan di kawasan Masyair. Langkah ini bertujuan meningkatkan akurasi informasi mengenai fasilitas dan layanan yang tersedia bagi para jemaah.
Memanfaatkan Platform Pemantauan Lalu Lintas
Selain mengembangkan peta digital, Komisi Kerajaan juga menggunakan Traffic Status dan Situational Awareness Platform untuk memantau kondisi lalu lintas serta kepadatan pergerakan jemaah.
Selama musim haji 1447 H, platform tersebut berhasil merekam sekitar 9 juta gambar kondisi lalu lintas dan menampilkan lebih dari 350.000 titik serta elemen geospasial.
Pemantauan dilakukan terhadap jaringan jalan sepanjang lebih dari 1.400 kilometer, termasuk menghubungkan 419 halte bus dengan jadwal operasional yang diperbarui secara real-time.
Membantu Pengambilan Keputusan Operasional
Seluruh data yang terkumpul dimanfaatkan sebagai dasar dalam memantau kondisi jalan, mengawasi pergerakan transportasi, serta mengelola aktivitas di berbagai titik layanan.
Semua informasi tersebut terintegrasi dalam satu sistem digital yang menggabungkan data spasial dan operasional sehingga memudahkan koordinasi antarinstansi selama musim haji dan umrah.
Jemaah Juga Dapat Memanfaatkan Peta Digital
Teknologi geospasial tidak hanya membantu petugas, tetapi juga dapat dimanfaatkan langsung oleh para jemaah melalui platform panduan digital.
Platform tersebut menyediakan 11 peta navigasi yang mencakup lebih dari 5.000 lokasi dalam lebih dari 10 kategori layanan, mulai dari fasilitas kesehatan, pendidikan, layanan keagamaan, transportasi, hingga destinasi wisata.
Selama musim haji 1447 H/2026 M, seluruh peta tersebut telah digunakan sebanyak 537.197 kali.
Peta Masjidil Haram menjadi yang paling banyak diakses dengan 233.590 penggunaan, diikuti peta batas administrasi Kota Makkah sebanyak 69.275 penggunaan, serta peta titik layanan dan lokasi perkemahan yang diakses sebanyak 44.084 kali.
Teknologi Terus Dikembangkan
Arab Saudi terus memperluas pemanfaatan data geospasial dan business intelligence sebagai bagian dari transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Melalui teknologi ini, pemerintah berharap pelayanan kepada jutaan jemaah dapat semakin efektif, responsif, dan aman. Sistem pemantauan berbasis data juga menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung operasional di Kota Makkah dan kawasan tempat-tempat suci pada musim haji maupun umrah di masa mendatang.