Sebanyak 250 jemaah umrah gratis dalam program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan Kunjungan telah tiba di Makkah. Mereka merupakan kelompok kedua yang mendapat undangan dari Raja Salman untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah, para jemaah tersebut terlebih dahulu berada di Madinah selama beberapa hari. Mereka mengikuti rangkaian ibadah sekaligus mengunjungi sejumlah tempat bersejarah dan situs keagamaan.
Tiba di Makkah dan Langsung Menunaikan Umrah
Setelah tiba di Makkah, para tamu Raja Salman langsung menjalankan ibadah umrah.
Kedatangan kelompok kedua ini menjadi bagian dari program yang diselenggarakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi.
Selain ibadah, para jemaah juga akan mengikuti berbagai kegiatan akademis dan budaya. Mereka juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah tempat yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan.
Para peserta menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pelayanan yang mereka terima selama berada di Arab Saudi.
Mereka juga mengungkapkan rasa terima kasih atas keramahan serta berbagai fasilitas yang diberikan selama mengikuti rangkaian program, termasuk ketika berada di Masjid Nabawi.
250 Jemaah Berasal dari 23 Negara
Kelompok kedua program ini terdiri dari 250 jemaah yang berasal dari 23 negara di kawasan Eropa dan Asia.
Mereka berasal dari:
- Bosnia dan Herzegovina
- Albania
- Kosovo
- Makedonia Utara
- Serbia
- Montenegro
- Yunani
- Bulgaria
- Rumania
- Slovenia
- Prancis
- Inggris
- Spanyol
- Jerman
- Moldova
- Austria
- Slovakia
- Estonia
- Polandia
- Swiss
- Irak
- Yordania
- Suriah
Kehadiran mereka menjadi bagian dari program undangan Raja Salman yang tahun ini memberikan kesempatan kepada 1.000 jemaah untuk melaksanakan ibadah umrah sebagai tamu Kerajaan Arab Saudi.
1.000 Jemaah Dijadwalkan Berangkat dalam 4 Kelompok
Program tersebut tahun ini melibatkan 1.000 jemaah dari berbagai negara.
Para peserta dijadwalkan datang ke Arab Saudi dalam 4 kelompok.
Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian Kerajaan Arab Saudi kepada umat Islam dari berbagai negara. Selain memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci, peserta juga mendapatkan pengalaman keagamaan dan budaya selama berada di Arab Saudi.
Rangkaian kegiatan tersebut membuat perjalanan para jemaah tidak hanya berfokus pada ibadah umrah. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah Islam dan berbagai situs penting di Madinah serta Makkah.
Mengunjungi Percetakan Al-Qur’an di Madinah
Selama berada di Madinah, para jemaah mengikuti sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan pengetahuan Islam.
Salah satu lokasi yang mereka kunjungi adalah Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd.
Di tempat tersebut, para peserta dapat melihat secara langsung berbagai tahapan yang berkaitan dengan pencetakan Al-Qur’an.
Mereka juga mendapatkan pengetahuan mengenai proses penerjemahan dan distribusi Al-Qur’an ke berbagai wilayah di dunia.
Kunjungan ini memberikan pengalaman berbeda karena jemaah dapat melihat secara langsung bagaimana Al-Qur’an diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah besar.
Ziarah ke Jabal Uhud dan Masjid Quba
Selain mengunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd, para peserta juga mendatangi Jabal Uhud dan Pemakaman Syuhada Uhud.
Jabal Uhud memiliki tempat khusus dalam sejarah Islam. Kawasan tersebut menjadi lokasi terjadinya Perang Uhud pada masa Rasulullah SAW.
Rangkaian perjalanan di Madinah kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Masjid Quba.
Para jemaah mendapat kesempatan untuk menunaikan salat di masjid yang memiliki sejarah penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Agenda di Makkah Tidak Hanya Ibadah Umrah
Setibanya di Makkah, para peserta tetap menjalankan berbagai agenda selain ibadah.
Rangkaian kegiatan mencakup program akademis, budaya, serta kunjungan ke sejumlah lokasi penting.
Salah satu tempat yang masuk dalam agenda adalah Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah.
Di lokasi tersebut, para jemaah dapat mengenal lebih dekat proses pembuatan Kiswah Ka’bah.
Kiswah merupakan kain yang digunakan untuk menutupi Ka’bah di Masjidil Haram. Proses pembuatannya memiliki sejarah dan teknik khusus yang menarik untuk diketahui.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memahami salah satu bagian penting dari tradisi pelayanan terhadap Ka’bah.
Raja Salman Tanggung Biaya 1.000 Jemaah
Program ini merupakan bagian dari Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan Kunjungan.
Pada tahun ini, Raja Salman memberikan kesempatan kepada 1.000 jemaah dari berbagai negara untuk menjalankan ibadah umrah sebagai tamu Kerajaan.
Seluruh peserta tersebut dijadwalkan datang dalam 4 kelompok.
Dengan adanya program ini, para peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan menjalankan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, sejarah, akademis, dan budaya.
Kelompok Pertama Juga Sudah Tiba
Sebelum kelompok kedua tiba di Makkah, kelompok pertama program tersebut telah lebih dahulu datang ke Arab Saudi.
Kelompok pertama terdiri dari 250 tamu yang berasal dari 16 negara di Asia, termasuk Indonesia.
Kedatangan kelompok kedua dengan jumlah 250 jemaah dari 23 negara kemudian melanjutkan rangkaian program undangan umrah tersebut.
Dengan demikian, total peserta yang telah dijadwalkan dalam program tahun ini mencapai 1.000 jemaah.
Pelajaran dari Program Umrah Undangan Raja Salman
Program ini menunjukkan bahwa perjalanan ke Tanah Suci dapat menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan keagamaan.
Jemaah tidak hanya menjalankan rangkaian ibadah. Mereka juga dapat mengenal sejarah Islam, mengunjungi situs bersejarah, serta memahami berbagai bentuk pelayanan yang diberikan kepada umat Islam di Arab Saudi.
Bagi umat Islam yang berkunjung ke Makkah dan Madinah, pengalaman tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap sudut Tanah Suci memiliki sejarah yang panjang.
Karena itu, perjalanan umrah akan terasa semakin bermakna apabila jamaah tidak hanya mempersiapkan fisik, tetapi juga mempelajari sejarah dan tempat-tempat yang akan dikunjungi.
Kesimpulan
Sebanyak 250 jemaah umrah gratis dari kelompok kedua Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci telah tiba di Makkah. Mereka berasal dari 23 negara di kawasan Eropa dan Asia.
Sebelumnya, para jemaah mengikuti berbagai kegiatan di Madinah, termasuk kunjungan ke Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd, Jabal Uhud, Pemakaman Syuhada Uhud, dan Masjid Quba.
Setelah berada di Makkah, mereka menjalankan ibadah umrah sekaligus mengikuti kegiatan akademis dan budaya, termasuk kunjungan ke Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah.
Program ini tahun ini memberikan kesempatan kepada 1.000 jemaah untuk menjalankan umrah sebagai tamu Raja Salman. Para peserta dijadwalkan tiba dalam 4 kelompok dari berbagai negara.
FAQ
Apa itu program umrah gratis Raja Salman?
Program tersebut merupakan bagian dari Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan Kunjungan yang memberikan kesempatan kepada jemaah dari berbagai negara untuk menjalankan ibadah sebagai tamu Kerajaan Arab Saudi.
Berapa jumlah jemaah yang mendapat undangan umrah tahun ini?
Tahun ini terdapat 1.000 jemaah yang mendapat kesempatan menjalankan umrah sebagai tamu Raja Salman.
Berapa jemaah yang tiba dalam kelompok kedua?
Kelompok kedua terdiri dari 250 jemaah yang berasal dari 23 negara.
Apa saja kegiatan jemaah selama di Madinah?
Selain beribadah, mereka mengunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd, Jabal Uhud, Pemakaman Syuhada Uhud, dan Masjid Quba.
Apakah kegiatan di Makkah hanya umrah?
Tidak. Selain ibadah umrah, para peserta juga mengikuti kegiatan akademis dan budaya serta mengunjungi sejumlah lokasi penting, termasuk Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah.