Minat umat Islam untuk melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi masih sangat tinggi. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 15,2 juta orang melaksanakan umrah sepanjang kuartal pertama 2026.
Angka tersebut berasal dari General Authority for Statistics (GASTAT) Arab Saudi dan dirilis pada 23 Agustus 2026. Dari total tersebut, sekitar 9,46 juta merupakan jemaah domestik, sedangkan sekitar 5,77 juta datang dari luar Arab Saudi.
Data ini menunjukkan besarnya aktivitas ibadah umrah di Tanah Suci sekaligus tingginya kebutuhan terhadap layanan perjalanan dan fasilitas bagi jemaah.
15,2 Juta Pelaksanaan Umrah dalam Tiga Bulan
GASTAT mencatat total 15.233.767 pelaksanaan umrah selama Januari hingga Maret 2026.
Dari jumlah tersebut, sekitar 62 persen merupakan jemaah domestik dan 38 persen merupakan jemaah dari luar Arab Saudi.
Jemaah domestik sendiri tidak semuanya merupakan warga negara Arab Saudi. Data tersebut mencakup orang-orang yang melakukan umrah dari dalam wilayah Kerajaan.
Sementara itu, jumlah jemaah dari luar negeri mencapai sekitar 5,77 juta orang.
Makkah Menjadi Wilayah dengan Aktivitas Umrah Terbesar
Tidak mengherankan jika Makkah menjadi wilayah dengan jumlah pelaksanaan umrah domestik terbesar.
GASTAT mencatat sekitar 4,07 juta pelaksanaan umrah domestik berasal dari wilayah Makkah selama kuartal pertama 2026. Jumlah tersebut mencapai sekitar 43 persen dari total jemaah domestik.
Riyadh berada di posisi berikutnya dengan sekitar 2,03 juta pelaksanaan.
Sementara itu, Madinah mencatat sekitar 948 ribu pelaksanaan umrah domestik.
Data tersebut menunjukkan betapa tingginya aktivitas masyarakat di sekitar dua kota suci, terutama Makkah yang menjadi lokasi pelaksanaan rangkaian utama ibadah umrah.
Banyak Jemaah Melaksanakan Umrah Bersama Keluarga
Ada fakta menarik lainnya dari data GASTAT.
Sekitar 75,4 persen jemaah domestik melaksanakan umrah bersama keluarga. Sementara 17,2 persen melakukannya sendiri dan 7,4 persen bersama teman.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perjalanan umrah tidak hanya menjadi perjalanan ibadah secara individu.
Bagi banyak orang, umrah juga menjadi kesempatan untuk menjalankan ibadah bersama orang tua, pasangan, anak, atau anggota keluarga lainnya.
Apa Artinya bagi Jemaah Indonesia?
Tingginya jumlah jemaah menunjukkan bahwa perjalanan ke Tanah Suci membutuhkan persiapan yang semakin baik.
Jemaah Indonesia perlu memperhatikan banyak hal sebelum berangkat. Mulai dari dokumen perjalanan, kesehatan, jadwal penerbangan, hotel, transportasi, hingga pendampingan selama berada di Arab Saudi.
Persiapan juga penting karena kondisi di Makkah dan Madinah dapat sangat berbeda dengan aktivitas sehari-hari di Indonesia.
Jemaah akan banyak berjalan kaki, berada di tengah kerumunan, dan melakukan ibadah dalam kondisi cuaca yang berbeda.
Jangan Hanya Mempersiapkan Perjalanan, Siapkan Kondisi Fisik
Salah satu hal yang sering terlupakan calon jemaah adalah persiapan fisik.
Umrah memang bukan perjalanan dengan aktivitas fisik yang terus-menerus berat. Namun, jemaah tetap akan banyak berjalan, terutama ketika menuju Masjidil Haram, melakukan tawaf, sa’i, dan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Karena itu, latihan berjalan kaki sebelum keberangkatan dapat membantu tubuh beradaptasi.
Jemaah juga sebaiknya tidak memenuhi seluruh waktu dengan aktivitas tambahan jika kondisi tubuh sedang lelah.
Tingginya Jumlah Jemaah Membuat Perencanaan Semakin Penting
Dengan jutaan orang melakukan umrah, kondisi di tempat-tempat tertentu dapat menjadi sangat ramai.
Karena itu, jemaah sebaiknya tidak selalu memaksakan diri pergi pada waktu yang sama dengan rombongan lain.
Mengatur waktu ibadah, makan, istirahat, dan perjalanan dapat membuat pengalaman umrah menjadi lebih nyaman.
Jemaah juga perlu mengikuti arahan petugas dan pembimbing, terutama ketika berada di area yang padat.
Umrah Bukan Sekadar Mengejar Banyak Aktivitas
Banyaknya tempat yang ingin dikunjungi terkadang membuat jemaah ingin melakukan semuanya sekaligus.
Padahal, tujuan utama perjalanan adalah beribadah.
Jemaah tidak perlu merasa harus mengunjungi setiap tempat atau mengikuti seluruh aktivitas jika tubuh membutuhkan istirahat.
Menjaga stamina juga merupakan bagian dari persiapan agar ibadah dapat dilakukan dengan baik.
Kesimpulan
Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah jemaah umrah 2026 sangat besar. Lebih dari 15,2 juta pelaksanaan umrah tercatat di Arab Saudi selama kuartal pertama tahun ini.
Tingginya jumlah tersebut menjadi gambaran besarnya aktivitas ibadah di Makkah dan Madinah.
Bagi jemaah Indonesia, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan umrah perlu dipersiapkan dengan baik.
Selain menyiapkan dokumen dan kebutuhan perjalanan, jemaah juga perlu mempersiapkan fisik, mengatur waktu, serta mengikuti arahan pembimbing selama berada di Tanah Suci.