Search

Cuaca Makkah dan Madinah Awal Oktober, Jamaah Perlu Siapkan Diri untuk Perubahan Cuaca

Memasuki awal Oktober, kondisi cuaca di Arab Saudi tetap menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan jamaah umrah. Meskipun musim panas perlahan mulai bergeser, suhu di kota-kota tujuan umrah masih cukup tinggi.

Untuk Jumat, 2 Oktober 2026, National Center for Meteorology (NCM) Saudi memperkirakan peluang hujan petir dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, termasuk bagian dari kawasan Makkah dan Madinah. NCM juga memperkirakan potensi kabut di beberapa area.

Suhu Makkah Masih Mencapai Sekitar 39 Derajat

Data NCM menunjukkan suhu di Makkah pada 2 Oktober berada pada kisaran maksimum 39°C dan minimum sekitar 26°C. Kondisi tersebut membuat jamaah tetap perlu memperhatikan paparan panas, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Sementara itu, kondisi Madinah juga masih cukup hangat. NCM mencatat suhu maksimum sekitar 40°C dengan suhu minimum sekitar 23°C pada hari yang sama.

Artinya, meskipun kalender sudah memasuki bulan Oktober, jamaah belum bisa sepenuhnya menganggap cuaca di Tanah Suci sudah sejuk.

Hujan Juga Mulai Menjadi Bagian dari Perjalanan

Selain suhu yang tinggi, perubahan cuaca juga perlu diperhatikan. NCM pada 2 Oktober memperkirakan adanya peluang hujan petir di sejumlah bagian wilayah Makkah dan Madinah.

Bagi jamaah, kondisi seperti ini bukan berarti perjalanan harus dikhawatirkan. Justru yang paling penting adalah mengikuti informasi cuaca terbaru dan arahan dari petugas selama berada di Tanah Suci.

Cuaca di Arab Saudi dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Karena itu, persiapan sederhana dapat membantu jamaah tetap nyaman menjalankan aktivitas.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Jamaah?

Jamaah sebaiknya tetap membawa perlengkapan yang sesuai untuk kondisi panas, seperti payung, kacamata hitam, dan botol minum yang mudah dibawa.

Di sisi lain, karena terdapat peluang hujan, membawa jas hujan tipis atau payung lipat juga dapat menjadi pilihan yang praktis.

Alas kaki juga sebaiknya dipilih yang nyaman untuk berjalan cukup jauh. Saat cuaca berubah, lantai atau jalan di beberapa area dapat menjadi lebih licin sehingga jamaah perlu berjalan dengan lebih hati-hati.

Jangan Lupa Menjaga Kondisi Tubuh

Cuaca panas membuat kebutuhan cairan menjadi lebih penting. Jamaah sebaiknya tidak menunggu sampai merasa sangat haus untuk minum.

Istirahat juga perlu diperhatikan, terutama bagi jamaah lanjut usia. Tidak semua aktivitas harus dilakukan dalam kondisi terburu-buru.

Jamaah dapat mengatur tenaga dan mengikuti jadwal rombongan dengan baik. Ketika tubuh terasa terlalu lelah, beristirahat menjadi bagian dari menjaga kesiapan untuk melanjutkan ibadah.

Informasi Cuaca Perlu Terus Dipantau

Karena kondisi cuaca dapat berubah, informasi yang diterima jamaah sebaiknya berasal dari sumber yang terpercaya. NCM secara rutin memperbarui prakiraan dan peringatan cuaca untuk berbagai wilayah di Arab Saudi.

Bagi travel dan pendamping jamaah, informasi tersebut juga penting untuk menyesuaikan kegiatan di lapangan apabila diperlukan.

Dengan komunikasi yang baik, jamaah dapat mengetahui kondisi cuaca tanpa perlu merasa khawatir berlebihan.

Persiapan Sederhana Membuat Perjalanan Lebih Nyaman

Perjalanan umrah memang tidak bisa dipisahkan dari kondisi cuaca. Ada waktu ketika udara sangat panas, ada pula saat hujan datang dan mengubah kondisi di sekitar.

Hal yang paling penting adalah mempersiapkan diri dan mengikuti arahan selama perjalanan.

Dengan membawa perlengkapan yang sesuai, menjaga cairan tubuh, mengatur aktivitas, dan mengikuti informasi cuaca terbaru, jamaah dapat tetap menjalankan ibadah dengan nyaman.

Semoga seluruh jamaah yang berada di Makkah dan Madinah pada periode ini diberikan kesehatan dan kemudahan dalam setiap aktivitas ibadah. Semoga perjalanan menuju Baitullah senantiasa berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.

PT HAJAR ASWAD MUBAROQ

Search