Saat melihat Ka’bah, jamaah mungkin akan memperhatikan sebuah area berbentuk setengah lingkaran di salah satu sisinya. Area ini dikenal sebagai Hijr Ismail.
Bentuknya berbeda dari bangunan utama Ka’bah. Namun, tempat ini memiliki hubungan erat dengan sejarah Baitullah.
Ada satu hal penting yang perlu diketahui jamaah. Area di dalam Hijr Ismail merupakan bagian dari Ka’bah menurut penjelasan para ulama. Karena itu, jamaah perlu memahami posisinya saat melaksanakan tawaf.
Apa Itu Hijr Ismail?
Hijr Ismail berada di sisi utara Ka’bah, di dalam kawasan Masjidil Haram. Bentuknya berupa dinding rendah yang melengkung seperti setengah lingkaran.
Menurut Saudipedia, Hijr Ismail berkaitan dengan bagian pondasi Ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ketika kaum Quraisy membangun kembali Ka’bah. Sejumlah riwayat sejarah juga menghubungkan tempat ini dengan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. (Saudipedia — Hijr Ismail)
Karena itu, area tersebut memiliki kedudukan khusus dalam sejarah Ka’bah.
Bagi jamaah, mengenali Hijr Ismail juga membantu memahami tata cara tawaf dengan lebih baik.
Mengapa Hijr Ismail Tidak Menyatu dengan Bangunan Ka’bah?
Sejarah Hijr Ismail berkaitan dengan pembangunan kembali Ka’bah oleh kaum Quraisy sebelum masa kenabian Muhammad SAW.
Dalam riwayat yang terdapat dalam Sahih Muslim, Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah menjelaskan bagian Ka’bah yang tidak dimasukkan ketika kaum Quraisy membangunnya kembali.
Beliau juga menyampaikan bahwa, seandainya kaumnya belum lama meninggalkan masa jahiliah, beliau ingin membangun kembali Ka’bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim AS. (Sahih Muslim 1333a)
Namun, bangunan Ka’bah tidak diubah saat itu.
Akibatnya, sebagian area yang diyakini termasuk pondasi asli tetap berada di luar dinding bangunan utama. Area inilah yang kemudian dikenal sebagai Hijr Ismail.
Apakah Hijr Ismail Memiliki Keutamaan?
Hijr Ismail merupakan bagian dari kawasan suci Masjidil Haram. Karena kaitannya dengan Ka’bah, jamaah sering ingin masuk ke dalam area tersebut untuk berdoa atau melaksanakan salat.
Namun, jamaah perlu memahami bahwa kesempatan masuk ke Hijr Ismail dapat bergantung pada kondisi dan pengaturan petugas.
Jangan memaksakan diri ketika area sedang padat. Selain itu, ikuti arahan petugas agar pergerakan jamaah tetap tertib.
Jika ingin mengetahui hukum atau keutamaan ibadah tertentu di Hijr Ismail, jamaah sebaiknya merujuk pada penjelasan pembimbing atau sumber fikih yang tepercaya.
Mengapa Hijr Ismail Penting Saat Tawaf?
Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Selama menjalankannya, jamaah harus mengelilingi seluruh bangunan Ka’bah.
Karena sebagian area Hijr Ismail termasuk bagian Ka’bah, jamaah perlu berjalan di luar dinding melengkung tersebut. Jika melewati bagian dalam Hijr Ismail, jamaah tidak mengelilingi seluruh Ka’bah pada bagian itu.
Oleh sebab itu, perhatikan jalur tawaf dan ikuti arahan pembimbing.
Jangan memotong jalan melalui Hijr Ismail untuk mempercepat perjalanan. Cara tersebut dapat membuat putaran tawaf tidak terpenuhi dengan benar. (Panduan pelaksanaan umrah)
Bolehkah Berdoa di Dalam Hijr Ismail?
Jamaah dapat memanjatkan doa kepada Allah selama berada di Masjidil Haram. Namun, jangan menganggap bahwa setiap doa di suatu lokasi tertentu pasti memiliki bacaan khusus yang wajib dihafalkan.
Tidak ada kewajiban membaca doa khusus untuk setiap putaran tawaf. Jamaah dapat berzikir, membaca doa yang dipahami maknanya, dan memohon kebaikan kepada Allah.
Jika mendapat kesempatan masuk ke Hijr Ismail, gunakan waktu dengan tertib. Jangan berdesakan atau menghalangi jamaah lain yang juga ingin beribadah.
Kenali Sejarahnya Sebelum Berkunjung
Mempelajari sejarah tempat yang akan dikunjungi membuat perjalanan umrah terasa lebih bermakna.
Hijr Ismail bukan sekadar dinding melengkung di samping Ka’bah. Tempat ini memiliki hubungan dengan sejarah pembangunan Baitullah dan tata cara tawaf.
Karena itu, jamaah sebaiknya memahami letaknya sebelum memasuki kawasan Masjidil Haram. Pengetahuan ini membantu jamaah mengenali area tawaf sekaligus menghindari kesalahan saat beribadah.
Ibadah yang Benar Dimulai dari Pemahaman
Perjalanan umrah memberikan kesempatan untuk beribadah sekaligus mempelajari sejarah Islam.
Namun, setiap rangkaian ibadah perlu dijalankan sesuai tuntunan. Jamaah tidak harus memaksakan diri mendekati setiap lokasi yang dianggap istimewa.
Yang utama adalah menjaga ketertiban dan mengikuti tuntunan ibadah dengan benar.
Semoga setiap jamaah diberi kemudahan saat tawaf dan menjalankan seluruh rangkaian umrah. Semoga perjalanan ke Baitullah membawa ilmu, ketenangan, dan keberkahan.
PT HAJAR ASWAD MUBAROQ