Semakin banyaknya biro haji dan umrah menjadikan kompetisi antarpenyelenggara ibadah suci tersebut kian ketat.
Kementerian Agama RI pun mengimbau umat tak gampang tergiur promo maupun harga murah, saat memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) maupun Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
“Saat ini di Indonesia ada 2.724 PPIU dan 563 PIHK. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dan kewenangan untuk menyelenggarakan ibadah haji sudah luar biasa. Masyarakat perlu memastikan biro tersebut resmi dan berkualitas,” terang Direktur Utama Bina Haji dan Umrah Kemenag RI, Jaja Jaelani, usai membuka jalan sehat yang digelar Biro Umrah Hajar Aswad di Pura Mangkunegaran Solo, Minggu (28/7/2024).
Menurut Jaja, kesalahan dalam memilih biro umrah maupun biro haji berpotensi merugikan masyarakat. Sebab kualitas pelayanan yang disediakan biro tersebut tak terjamin.
“Saat ini standar biaya umrah setara Rp 23 jutaan. Jika ada peningkatan pelayanan, tentu akan dilakukan penyesuaian.”
“Kalau di bawah harga referensi, tentu perlu dihitung benar pesawatnya, katering, hotel masuk nggak budget-nya? Kalau tidak masuk, jangan percaya. Jangan termakan iklan–iklan yang tidak bertanggung jawab,” beber Jaja.
Ia juga meminta masyarakat mengecek legalitas PPIU maupun PPIHK melalui laman sikopatuh.go.id.
“Jalan sehat seperti ini tepat digunakan untuk menyosialisasikan PPIU dan PPIH yang memberikan pelayanan terbaik dan resmi, seperti Hajar Aswad,” kata Jaja.
Direktur Utama Hajar Aswad, Hj Retno Anugrah Andriyani menjelaskan, jalan sehat dan senam bersama yang diikuti 1.500 peserta itu, menjadi ajang silaturahmi antarjamah maupun calon jamaah haji khusus atau umrah bersama Hajar Aswad.
Andriyani menyebut, Hajar Aswad selalu memberangkatkan sekitar 10 ribu jamaah ke Tanah Suci setiap tahun.
“Dalam sebulan kami menjadwalkan hingga 10 kali perjalanan ke Tanah Suci. Pemberangkatan haji khusus pun kami jamin 100 persen,” terang dia.
Jalan sehat dan senam bersama itu berlangsung meriah serta dihadiri pula oleh Wali Kota Solo, Teguh Prakosa.**