
Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan spiritual ke Tanah Suci, memahami peraturan setempat adalah kunci kenyamanan dalam beribadah. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi secara berkala mengingatkan para jemaah, khususnya jemaah perempuan, untuk mematuhi serangkaian aturan saat berada di Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah).
Tujuannya bukan untuk membatasi, melainkan untuk menjaga kekhusyukan, keamanan, dan kenyamanan seluruh tamu Allah. Berikut adalah rangkuman aturan resmi yang wajib dipatuhi oleh jemaah perempuan.
1. Ketentuan Berpakaian (Dress Code) yang Sesuai Syariat
Penampilan adalah hal pertama yang ditekankan oleh otoritas setempat. Pakaian jemaah perempuan harus memenuhi standar kesopanan yang tinggi:
- Menutup Aurat dengan Sempurna: Pastikan seluruh tubuh tertutup kecuali wajah dan telapak tangan.
- Longgar dan Tidak Transparan: Gunakan abaya atau gamis yang longgar (tidak ketat/membentuk lekuk tubuh) serta berbahan tebal agar tidak menerawang.
- Hindari Dekorasi Berlebihan: Sangat disarankan untuk mengenakan pakaian yang sederhana. Hindari pakaian dengan warna terlalu mencolok, penuh payet berkilau, atau perhiasan berlebihan yang dapat menarik perhatian jemaah lain (bukan mahram).
2. Menjaga Privasi dan Etika Fotografi
Di era digital, keinginan untuk mengabadikan momen di Tanah Suci sangat besar. Namun, ada batasan tegas yang harus dijaga:
- Hormati Privasi Orang Lain: Dilarang keras memotret atau merekam video jemaah lain tanpa izin, terutama jemaah perempuan lain yang mungkin sedang beristirahat atau beribadah.
- Fokus pada Ibadah: Penggunaan gadget sebaiknya diminimalisir agar tidak mengganggu kekhusyukan diri sendiri maupun orang di sekitar.
- Larangan di Area Tertentu: Perhatikan tanda larangan memotret di area-area spesifik di dalam masjid.
3. Tata Tertib dan Perilaku di Area Masjid
Untuk menjaga ketertiban di tengah jutaan manusia, jemaah perempuan diharapkan memperhatikan hal-hal berikut:
- Antre dengan Tertib: Hindari berdesak-desakan saat masuk atau keluar masjid, serta saat menuju Raudhah. Budayakan antre dengan sabar.
- Hindari Keributan: Bicaralah dengan suara pelan dan lembut. Mengobrol dengan suara keras atau tertawa terbahak-bahak di dalam masjid dianggap tidak sopan.
- Memberi Jalan: Jangan menghalangi arus jalan jemaah lain, terutama di pintu masuk dan jalur tawaf.
4. Perhatikan Barang Bawaan dan Kebersihan
- Barang Pribadi: Jagalah barang bawaan Anda dengan baik. Hindari membawa tas besar ke dalam area shalat karena dapat memakan tempat jemaah lain.
- Kebersihan: Dilarang makan atau minum (selain air Zamzam) di area karpet shalat yang dapat mengotori masjid.
Baca Juga: Aturan Baru Kuota Haji 2026! Masa Tunggu di Semua Provinsi Kini Sama Rata 26 Tahun
Kesimpulan
Mematuhi aturan di Dua Masjid Suci adalah bentuk penghormatan kita kepada Allah SWT dan sesama jemaah. Dengan berpakaian sopan, menjaga perilaku, dan menghormati privasi orang lain, Insya Allah ibadah Umrah atau Haji Anda akan terasa lebih tenang, aman, dan mabrur.