Search

DPR Pastikan Konflik Timur Tengah Tidak Ganggu Haji 2026, Makkah–Madinah Diprediksi Tetap Aman

Masyarakat diminta tetap tenang menyikapi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memastikan bahwa situasi tersebut diperkirakan tidak akan mengganggu pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menilai konflik yang terjadi tidak akan meluas hingga wilayah suci umat Islam di Arab Saudi, khususnya Makkah dan Madinah yang menjadi pusat pelaksanaan ibadah haji.

Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji tetap akan berjalan sesuai jadwal seperti yang telah direncanakan sebelumnya.

“Dari saya untuk rute penerbangan kita serahkan ke maskapai. Saya melihat potensi konflik tidak akan sampai ke Makkah dan Madinah. Haji harus tetap berjalan sesuai jadwal dan rencana, insyaallah,” ujar Singgih kepada wartawan, Sabtu (6/3/2026).


Konflik Timur Tengah Diprediksi Tidak Menjangkau Kota Suci

Singgih memperkirakan konflik di kawasan Timur Tengah kemungkinan akan berlangsung cukup lama. Namun demikian, ia menegaskan bahwa dampaknya diperkirakan tidak akan menjalar hingga ke kota suci tempat pelaksanaan ibadah haji.

Ia juga menyoroti kejadian sebelumnya ketika ribuan jemaah umrah sempat tertahan di Arab Saudi akibat gangguan penerbangan yang menggunakan rute transit di sejumlah negara kawasan Teluk.

Beberapa rute penerbangan tersebut diketahui transit di negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, dan Qatar.

Menurutnya, rute penerbangan langsung menuju Arab Saudi relatif lebih aman dibandingkan penerbangan yang harus transit di beberapa negara tersebut.

Maskapai yang menyediakan penerbangan langsung dinilai dapat meminimalkan risiko keterlambatan maupun gangguan perjalanan jemaah.

Beberapa maskapai yang disebut relatif aman antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Saudia, serta Malaysia Airlines.


DPR Minta Pemerintah Siapkan Rute Penerbangan Alternatif

Meskipun optimistis bahwa pelaksanaan haji tetap berjalan normal, DPR tetap meminta pemerintah menyiapkan berbagai skenario mitigasi jika konflik di kawasan Timur Tengah semakin meningkat.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengusulkan opsi rute penerbangan alternatif yang dapat melewati wilayah Afrika untuk menghindari kawasan yang berpotensi terdampak konflik.

Menurutnya, jemaah haji tidak mungkin dibiarkan menunggu terlalu lama apabila terjadi perubahan situasi keamanan.

“Harus ada alternatif, misalnya apakah penerbangan bisa dialihkan melalui wilayah Afrika,” ujar Marwan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia menggambarkan kemungkinan jalur penerbangan yang dapat ditempuh, misalnya melalui wilayah Afrika seperti Nairobi sebelum melintasi lautan lepas menuju Arab Saudi.

Dengan skenario tersebut, pesawat dapat menghindari jalur udara yang berada di kawasan rawan konflik.


Koordinasi Pemerintah dan Maskapai Sangat Penting

Marwan menegaskan bahwa pemerintah perlu melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

Koordinasi tersebut melibatkan maskapai penerbangan, penyedia layanan haji, serta otoritas penerbangan internasional guna memastikan jalur penerbangan tetap aman bagi para jemaah.

Dengan langkah antisipatif tersebut, pemerintah diharapkan mampu memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap berjalan lancar meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas.

Search