Pertanyaan mengenai berapa kali Rasulullah SAW melaksanakan ibadah haji dan umrah sering muncul di kalangan umat Islam. Informasi ini penting karena ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah menjadi teladan utama dalam pelaksanaan haji dan umrah hingga saat ini. Melalui catatan sejarah dan hadits, diketahui jumlah serta waktu pelaksanaan ibadah tersebut secara jelas.
Rasulullah SAW Hanya Satu Kali Berhaji
Dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW hanya satu kali menunaikan ibadah haji setelah hijrah, yaitu pada tahun ke-10 Hijriah. Haji tersebut dikenal dengan sebutan Haji Wada atau haji perpisahan.
Istilah Haji Wada berasal dari kata “wada” yang berarti perpisahan. Haji ini menjadi momen terakhir kebersamaan Rasulullah SAW dengan umat Islam dalam pelaksanaan ibadah haji sebelum beliau wafat.
Rasulullah SAW berangkat dari Madinah menuju Makkah pada tanggal 25 Zulkaidah bersama para istri dan sahabatnya. Perjalanan menuju Tanah Suci ditempuh sekitar delapan hari. Setibanya di Makkah, Rasulullah SAW mulai melaksanakan rangkaian ibadah haji pada tanggal 8 Zulhijah.
Dalam pelaksanaan Haji Wada, Rasulullah SAW mencontohkan secara langsung seluruh rukun dan wajib haji. Beliau mengajarkan tahapan ibadah mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah, hingga tawaf dan sai.
Jumlah jemaah yang mengikuti Haji Wada mencapai lebih dari 100.000 orang. Hal ini menunjukkan besarnya antusiasme umat Islam untuk meneladani Rasulullah SAW secara langsung.
Khutbah Perpisahan Rasulullah SAW
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah penting pada tanggal 11 Zulhijah. Khutbah ini dikenal sebagai khutbah perpisahan.
Dalam khutbah tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan pesan-pesan penting, seperti menjaga persaudaraan umat Islam, menghormati hak sesama, dan berpegang teguh pada Al-Qur’an serta sunnah.
Peristiwa Haji Wada menjadi penutup ibadah haji Rasulullah SAW selama hidupnya dan menjadi pedoman bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah haji hingga sekarang.
Rasulullah SAW Melaksanakan Umrah Empat Kali
Selain haji, Rasulullah SAW juga tercatat melaksanakan ibadah umrah sebanyak empat kali. Hal ini berdasarkan riwayat dari para sahabat seperti Aisyah binti Abu Bakar, Abdullah bin Umar, dan Anas bin Malik.
Empat umrah tersebut meliputi:
- Umrah Hudaibiyah
Umrah ini terjadi ketika Rasulullah SAW bersama para sahabat hendak memasuki Makkah, namun dihalangi oleh kaum musyrik. Peristiwa ini kemudian menghasilkan Perjanjian Hudaibiyah. - Umrah Tahun Berikutnya
Umrah ini dilaksanakan pada tahun berikutnya setelah perjanjian Hudaibiyah. Rasulullah SAW bersama para sahabat memasuki Makkah dengan aman dan melaksanakan ibadah umrah. - Umrah Ji’ranah
Umrah ini dilakukan setelah Rasulullah SAW kembali dari Perang Hunain. Beliau mengambil miqat dari Ji’ranah sebelum melaksanakan umrah. - Umrah Bersama Ibadah Haji
Umrah terakhir dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Haji Wada.
Sebagian besar umrah Rasulullah SAW dilakukan pada bulan Zulkaidah, kecuali umrah yang dilaksanakan bersamaan dengan ibadah haji.
Pelajaran dari Ibadah Rasulullah SAW
Ibadah haji dan umrah Rasulullah SAW memberikan banyak pelajaran bagi umat Islam. Selain menunjukkan tata cara pelaksanaan ibadah yang benar, Rasulullah SAW juga mencontohkan pentingnya kesiapan fisik, spiritual, dan kebersamaan dalam beribadah.
Melalui Haji Wada dan empat umrah tersebut, umat Islam memiliki pedoman yang jelas dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah sesuai sunnah.
Baca Juga : Amalan di Bulan Syawal yang Perlu Dijaga
Kunjungi Instagram Hajar Aswad Mubaroq di Link ini untuk informasi umroh terupdate.