
.
Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah adalah dua masjid paling mulia dalam Islam. Setiap ibadah yang dilakukan di dalamnya memiliki keutamaan besar. Namun, besarnya keutamaan tersebut harus diiringi dengan adab beribadah yang baik dan benar, agar pahala ibadah semakin sempurna dan tidak mengganggu jemaah lain
Memahami adab beribadah i Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjadi bagian penting dari persiapan haji dan umroh.
Keutamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Masjidil Haram adalah tempat berdirinya Ka’bah, kiblat umat Islam sedunia. Sementara Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah ﷺ dan menjadi tempat dimakamkannya beliau.
Ibadah di dua masjid ini memiliki keutamaan berlipat ganda, sehingga sikap, perilaku, dan niat jemaah perlu dijaga dengan sungguh-sungguh.
1. Meluruskan Niat dan Menjaga Kekhusyukan
Adab utama dalam beribadah adalah meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
Hindari:
- Beribadah untuk pamer
- Terlalu fokus mengambil foto atau video
- Mengejar posisi tertentu dengan cara tidak tertib
Fokuskan hati pada ibadah agar setiap langkah bernilai pahala.
2. Menjaga Ketertiban dan Tidak Mengganggu Jemaah Lain
Kondisi masjid sering sangat padat, terutama di waktu-waktu salat.
Adab yang perlu dijaga:
- Tidak mendorong atau menyakiti orang lain
- Mengikuti arahan petugas
- Tidak memaksakan diri mendekati Ka’bah atau Raudhah
- Memberi jalan kepada lansia dan jemaah yang membutuhkan
Sikap tertib adalah bentuk ibadah itu sendiri.
3. Menjaga Kebersihan dan Kesucian Masjid
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah tempat suci yang harus dijaga kebersihannya.
Beberapa adab penting:
- Memastikan tubuh dan pakaian bersih
- Tidak membuang sampah sembarangan
- Tidak membawa makanan berbau menyengat
- Menjaga wudhu dengan baik
Kebersihan adalah bagian dari iman dan mencerminkan akhlak seorang Muslim.
4. Mengurangi Aktivitas yang Tidak Perlu
Di dalam masjid, sebaiknya jemaah:
- Mengurangi penggunaan ponsel
- Tidak berbicara keras
- Tidak bercanda berlebihan
- Menghindari aktivitas yang mengganggu kekhusyukan
Masjid adalah tempat bermunajat, bukan ruang wisata.
5. Memperbanyak Dzikir, Doa, dan Tilawah
Gunakan waktu di masjid untuk:
- Membaca Al-Qur’an
- Berdzikir dan beristighfar
- Berdoa dengan khusyuk
- Bershalawat, khususnya di Masjid Nabawi
Tidak perlu memaksakan doa panjang; doa yang tulus dan fokus lebih utama.
6. Menjaga Aurat dan Etika Berpakaian
Adab berpakaian sangat penting, terutama di tempat suci.
Pastikan:
- Pakaian menutup aurat dengan sempurna
- Tidak transparan atau terlalu ketat
- Bersih dan rapi
- Sopan sesuai syariat
Pakaian yang pantas membantu menjaga suasana ibadah yang khidmat.
7. Menjaga Akhlak dan Kesabaran
Keramaian sering memicu emosi. Jemaah dianjurkan untuk:
- Menahan amarah
- Mudah memaafkan
- Tidak membalas perlakuan buruk
- Bersikap ramah dan rendah hati
Kesabaran di Tanah Suci adalah ujian sekaligus ladang pahala besar.
Penutup
Menjaga adab beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan wujud penghormatan terhadap tempat suci dan sesama jemaah. Dengan adab yang baik, ibadah haji dan umroh tidak hanya sah secara rukun, tetapi juga lebih bermakna, khusyuk, dan berbuah pahala besar.