Pendahuluan
Ibadah umroh merupakan salah satu bentuk ketaatan yang sangat dicintai Allah SWT. Meskipun tidak wajib seperti haji, umroh tetap memiliki nilai pahala yang besar, terlebih jika dijalankan dengan penuh kesadaran dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Selain rukun dan wajib umroh, terdapat berbagai amalan sunnah selama umroh yang dianjurkan agar ibadah semakin sempurna dan bernilai tinggi di sisi Allah.
Memahami dan mengamalkan sunnah bukan hanya menambah pahala, tetapi juga membantu jamaah menjalankan umroh dengan lebih tertib, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat.
1. Mandi dan Bersuci Sebelum Ihram
Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan sebelum memulai umroh adalah mandi sunnah ihram. Rasulullah SAW mencontohkan mandi sebelum mengenakan pakaian ihram sebagai bentuk kesiapan lahir dan batin dalam memasuki ibadah suci.
Selain mandi, jamaah dianjurkan:
- Memotong kuku
- Merapikan rambut dan kumis
- Menggunakan wewangian (sebelum niat ihram)
Hal ini mencerminkan kesucian dan adab sebelum menghadap Allah SWT.
2. Shalat Sunnah Ihram
Setelah mengenakan pakaian ihram dan sebelum berniat, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah ihram dua rakaat (jika tidak bertepatan dengan waktu makruh).
Shalat ini menjadi momen refleksi awal sebelum mengikrarkan niat umroh dan memasuki larangan ihram.
3. Memperbanyak Talbiyah
Talbiyah merupakan bacaan utama selama ihram:
“Labbaik Allahumma labbaik…”
Membaca talbiyah termasuk sunnah yang sangat dianjurkan, terutama:
- Saat perjalanan menuju Masjidil Haram
- Saat berganti kondisi (naik kendaraan, turun, pagi, malam)
Talbiyah sebaiknya dibaca dengan suara jelas (bagi laki-laki) dan penuh penghayatan.
4. Masuk Masjidil Haram dengan Adab
Saat memasuki Masjidil Haram, jamaah disunnahkan:
- Mendahulukan kaki kanan
- Membaca doa masuk masjid
- Menahan pandangan hingga melihat Ka’bah
Ketika pertama kali melihat Ka’bah, dianjurkan memperbanyak doa karena termasuk waktu mustajab.
5. Thawaf dengan Khusyuk dan Doa
Dalam thawaf, sunnah yang dianjurkan antara lain:
- Memulai thawaf dari Hajar Aswad
- Berjalan cepat (raml) pada tiga putaran pertama bagi laki-laki
- Berdoa dengan doa apa pun yang dipahami
Tidak ada doa khusus yang wajib, sehingga jamaah dianjurkan membaca dzikir dan doa yang paling dihayati.
6. Shalat Sunnah di Belakang Maqam Ibrahim
Setelah thawaf, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah thawaf dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim (atau di area mana pun jika kondisi tidak memungkinkan).
7. Sa’i dengan Menghayati Makna
Dalam sa’i antara Shafa dan Marwah, jamaah dianjurkan:
- Membaca doa saat di bukit Shafa dan Marwah
- Berlari kecil di antara lampu hijau (bagi laki-laki)
- Mengingat perjuangan Siti Hajar sebagai simbol tawakal
8. Tahallul dengan Tertib
Tahallul dilakukan dengan mencukur atau memotong rambut. Disunnahkan:
- Mencukur habis bagi laki-laki
- Memulai dari sisi kanan kepala
Tahallul menandai selesainya rangkaian umroh.
Penutup
Menjalankan amalan sunnah selama umroh akan membantu jamaah meraih ibadah yang lebih sempurna dan bermakna. Sunnah bukan sekadar pelengkap, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengikuti teladan Rasulullah SAW. Semoga setiap langkah umroh kita diterima sebagai amal yang bernilai tinggi.
Baca Juga : Perbedaan Haji dan Umroh yang Perlu Dipahami Jamaah
Kunjungi Instagram Hajar Aswad Mubaroq di Link ini untuk informasi umroh terupdate.