
Kabar baik bagi jemaah haji di wilayah Jawa Timur bagian selatan.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, berencana mengalihkan sebagian pemberangkatan jemaah haji asal Jawa Timur melalui Bandara Dhoho Kediri mulai tahun 2027
Kebijakan ini diambil untuk mengurangi kepadatan di Embarkasi Surabaya yang selama ini menjadi salah satu titik keberangkatan haji tersibuk di Indonesia. Bandara Kediri dinilai telah siap secara teknis untuk menjadi alternatif gerbang keberangkatan menuju Tanah Suci.
“Bandara Kediri kami pilih sebagai alternatif embarkasi karena secara teknis sudah siap dan memiliki posisi strategis untuk melayani jemaah dari wilayah Jawa Timur bagian selatan,” ujar Menteri Haji dan Umrah yang akrab disapa Gus Irfan, usai membuka Seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) di Asrama Haji Surabaya, Kamis (22/1/2026), sebagaimana dilansir dari Antara.
Gus Irfan menjelaskan bahwa selama ini jemaah dari daerah seperti Kediri, Tulungagung, hingga Blitar harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang menuju Surabaya. Dengan adanya titik keberangkatan baru, jarak tempuh dari daerah asal menuju bandara akan berkurang secara signifikan.
“Pembagian ini dilakukan berdasarkan kedekatan wilayah agar lebih efisien, lebih efektif, dan tidak menimbulkan kelelahan berlebih bagi para jemaah haji,” jelasnya.
Pembagian titik keberangkatan ini diharapkan tidak hanya mengurangi kepadatan di Embarkasi Surabaya, tetapi juga meningkatkan kenyamanan jemaah, khususnya jemaah lanjut usia yang rentan mengalami kelelahan sebelum penerbangan.
Belum Dapat Digunakan pada Musim Haji 2026
Meskipun infrastruktur fisik Bandara Kediri telah tersedia, Gus Irfan menyampaikan bahwa bandara tersebut belum dapat digunakan untuk musim haji 2026. Kendala administratif dan keterbatasan waktu menjadi alasan utama operasional penuh baru dapat dilakukan pada tahun 2027
Pada tahap awal, pemerintah juga belum berencana membangun asrama haji di kawasan Bandara Kediri. Kementerian Haji dan Umrah akan mengoptimalkan pengaturan kloter yang lebih fleksibel untuk mengatasi ketiadaan asrama haji di lokasi tersebut.
Gus Irfan berharap kebijakan ini dapat menjadi solusi pemerataan layanan haji di Jawa Timur serta memberikan pengalaman keberangkatan yang lebih nyaman bagi jemaah haji dari wilayah Jawa Timur bagian selatan.
Baca Juga : Filosofi sai dalam ibadah haji
Kunjungi Instagram Hajar Aswad Mubaroq di Link ini untuk informasi umroh terupdate.