Search

Fenomena Kalender 2039: Dua Musim Haji dalam Satu Tahun Masehi

Ada satu fenomena kalender yang cukup menarik untuk diketahui, meskipun masih lebih dari satu dekade dari sekarang.

Tahun 2039 diproyeksikan menjadi tahun ketika dua rangkaian ibadah haji dari dua tahun Hijriah berbeda berlangsung dalam satu tahun Masehi.

Fenomena ini terjadi karena kalender Hijriah lebih pendek dibandingkan kalender Gregorian. Satu tahun Hijriah rata-rata sekitar 354 hari, sehingga tanggal-tanggal dalam kalender Islam terus bergeser lebih awal dibandingkan kalender Masehi. (himpuh.or.id)

Haji Pertama Diperkirakan pada Januari

Berdasarkan proyeksi kalender Umm al-Qura, rangkaian haji pertama pada 2039 berkaitan dengan Zulhijah 1460 H.

Wukuf di Arafah diproyeksikan berlangsung pada 4 Januari 2039, sedangkan Idul Adha diperkirakan jatuh pada 5 Januari 2039.

Setelah rangkaian tersebut selesai, beberapa bulan kemudian kalender Hijriah terus bergerak menuju Zulhijah tahun berikutnya. (himpuh.or.id)

Haji Kembali pada Desember

Masih pada tahun Masehi yang sama, Zulhijah 1461 H diproyeksikan tiba pada akhir Desember.

Wukuf di Arafah diperkirakan berlangsung pada 25 Desember 2039, sedangkan Idul Adha diproyeksikan jatuh pada 26 Desember 2039.

Dengan demikian, satu tahun Gregorian dapat memuat dua rangkaian haji yang berasal dari dua tahun Hijriah berbeda.

Apakah Ini Berarti Ada Satu Tahun Hijriah dengan Dua Kali Haji?

Bukan.

Inilah bagian yang sering membuat orang salah memahami fenomena tersebut.

Dua rangkaian haji itu berasal dari dua tahun Hijriah berbeda, yaitu 1460 H dan 1461 H.

Jadi bukan berarti satu tahun Hijriah memiliki dua musim haji.

Fenomena tersebut muncul karena kalender Hijriah dan kalender Masehi memiliki panjang tahun yang berbeda.

Bahkan Ada Tiga Hari Raya

Menurut proyeksi tersebut, 2039 juga akan memiliki susunan hari raya yang cukup unik.

Idul Adha diperkirakan terjadi pada Januari, kemudian Idul Fitri pada Oktober, lalu Idul Adha kembali pada Desember.

Susunannya menjadi sangat menarik ketika dilihat dalam satu kalender Masehi.

Tanggalnya Masih Berupa Proyeksi

Perlu digarisbawahi, semua tanggal tersebut belum merupakan penetapan resmi.

Tanggal kalender Hijriah dapat memiliki perbedaan berdasarkan sistem kalender dan penetapan awal bulan. Karena itu, tanggal haji dan Idul Adha 2039 masih harus dipandang sebagai proyeksi. (himpuh.or.id)

Fenomena ini menarik karena memperlihatkan bagaimana dua sistem kalender yang berbeda dapat menghasilkan susunan tanggal yang tidak biasa.

Dan mungkin justru dari fenomena sederhana seperti ini kita kembali diingatkan bahwa kalender Islam mengikuti perjalanan bulan, sehingga waktu ibadah terus bergerak melewati berbagai musim dan tahun.

Search