Search

Jadwal Wukuf Arafah 2026 dan Rangkaian Hari-Hari Penting Ibadah Haji

Dalam rangkaian ibadah haji, Wukuf di Arafah menjadi momen paling penting sekaligus penentu sah atau tidaknya pelaksanaan haji seseorang. Tanpa Wukuf di Arafah, ibadah haji tidak dianggap sah.

Wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, yang dikenal juga sebagai Hari Arafah. Pada hari ini, seluruh jemaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdiam diri, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Pengertian Wukuf di Arafah

Berdasarkan Kementerian Haji dan Umrah Indonesia, secara bahasa wukuf berarti berhenti. Dalam istilah ibadah haji, wukuf adalah berdiam diri di Padang Arafah dalam keadaan ihram, meskipun hanya sesaat, yang dilakukan antara tergelincirnya matahari pada 9 Zulhijah hingga terbit fajar 10 Zulhijah.

Wukuf merupakan inti dari ibadah haji dan tidak dapat digantikan dengan denda (dam).

Hal ini juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW:

“Haji adalah (berwukuf di) Arafah. Barang siapa datang sebelum fajar pada malam Muzdalifah, maka ia telah mendapatkan haji.” (HR. At-Tirmidzi)

Makna hadis ini menegaskan bahwa kehadiran di Arafah menjadi syarat utama sahnya ibadah haji.

Jadwal Wukuf Arafah 2026

Berdasarkan rencana jadwal dari Kemenhaj RI, pelaksanaan Wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada:

👉 Selasa, 26 Mei 2026

Sementara itu, jemaah akan diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah pada:

👉 Senin, 25 Mei 2026 (8 Zulhijah 1447 H)

Namun demikian, jadwal resmi tetap mengikuti keputusan pemerintah Arab Saudi dan akan ditetapkan setelah pemantauan hilal bulan Zulhijah.

Hari-Hari Penting dalam Ibadah Haji 2026

1. Idul Adha (10 Zulhijah)

Pada Hari Raya Idul Adha, jemaah bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah untuk bermalam. Di lokasi ini, jemaah memperbanyak doa sekaligus mengumpulkan batu kerikil untuk jumrah.

Setelah tengah malam, jemaah melanjutkan perjalanan ke Mina untuk menempati tenda masing-masing. Pada tahap ini, jemaah mulai melaksanakan lempar jumrah Aqabah sesuai ketentuan waktu yang berlaku.

2. Hari Tasyrik Pertama (11 Zulhijah)

Jemaah tetap berada di Mina untuk memperbanyak ibadah dan melakukan lempar jumrah. Waktu terbaik pelaksanaan jumrah biasanya setelah zawal (matahari tergelincir), meskipun terdapat penyesuaian bagi jemaah tertentu sesuai aturan resmi.

3. Hari Tasyrik Kedua (12 Zulhijah) – Nafar Awal

Pada hari ini, jemaah kembali melaksanakan lempar jumrah bagi yang belum menyelesaikannya pada hari sebelumnya.

Bagi jemaah yang memilih Nafar Awal, mereka harus meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam setelah menyelesaikan rangkaian jumrah.

4. Hari Tasyrik Ketiga (13 Zulhijah) – Nafar Tsani

Hari terakhir Tasyrik menjadi kesempatan terakhir bagi jemaah untuk melaksanakan lempar jumrah sebelum meninggalkan Mina bagi yang mengambil Nafar Tsani.

Setelah itu, seluruh rangkaian inti ibadah haji dinyatakan selesai.

Search