Bagi jamaah haji dan umrah, setiap sudut Masjidil Haram memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satu tempat yang paling sering menjadi tujuan jamaah untuk memanjatkan doa adalah Multazam, yaitu area di dekat Ka’bah yang dikenal sebagai tempat yang penuh keberkahan.
Tidak sedikit jamaah yang rela menunggu kesempatan untuk berdoa di tempat ini. Suasananya sering kali ramai, terutama pada musim haji dan umrah. Lalu, apa sebenarnya Multazam dan mengapa tempat ini begitu istimewa?
Apa Itu Multazam?
Multazam adalah area yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Meski ukurannya tidak terlalu luas, tempat ini memiliki makna yang sangat besar bagi umat Islam.
Secara bahasa, kata multazam berarti “tempat melekat” atau “tempat berpegangan”. Nama tersebut merujuk pada kebiasaan sebagian jamaah yang mendekatkan dada, wajah, dan kedua tangan ke dinding Ka’bah sambil memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Mengapa Multazam Dianggap Istimewa?
Dalam berbagai riwayat, Multazam dikenal sebagai salah satu tempat yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Banyak ulama menyebutkan bahwa tempat ini merupakan lokasi yang penuh keberkahan sehingga jamaah dianjurkan memanfaatkan kesempatan untuk berdoa dengan sungguh-sungguh.
Meski demikian, penting dipahami bahwa yang mengabulkan doa adalah Allah SWT. Keutamaan suatu tempat hendaknya menjadi penyemangat untuk lebih khusyuk dalam berdoa, bukan keyakinan bahwa doa pasti terkabul hanya karena lokasinya.
Kapan Jamaah Bisa Berdoa di Multazam?
Tidak ada waktu khusus yang diwajibkan untuk berdoa di Multazam.
Sebagian jamaah memilih mendatanginya setelah menyelesaikan tawaf sebelum melaksanakan salat sunnah di belakang Maqam Ibrahim. Ada pula yang berdoa ketika kondisi di sekitar Ka’bah tidak terlalu padat.
Pada musim haji, akses menuju Multazam sering kali dibatasi atau sangat ramai demi menjaga keselamatan jamaah. Karena itu, jamaah tidak perlu memaksakan diri apabila kondisi tidak memungkinkan.
Adab Berdoa di Multazam
Saat berada di Multazam, jamaah dianjurkan menjaga adab dan ketenangan.
Berdoalah dengan penuh kerendahan hati, memperbanyak istigfar, salawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Apabila memiliki kesempatan untuk mendekati dinding Ka’bah tanpa mengganggu jamaah lain, lakukan dengan tertib. Namun jika area sangat padat, berdoa dari tempat yang memungkinkan tetap memiliki nilai ibadah yang besar.
Tidak Perlu Berebut Tempat
Karena Multazam memiliki area yang terbatas, banyak jamaah berharap dapat berdoa sedekat mungkin dengan dinding Ka’bah.
Namun, Islam mengajarkan pentingnya menjaga keselamatan dan menghormati sesama muslim. Jangan sampai keinginan beribadah justru membuat kita mendorong, menyakiti, atau mengganggu jamaah lain.
Jika belum mendapatkan kesempatan, bersabarlah. Allah SWT mendengar doa hamba-Nya di mana pun mereka memohon dengan penuh keikhlasan.
Doa Apa yang Sebaiknya Dipanjatkan?
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan ketika berada di Multazam.
Jamaah dapat memohon apa saja yang baik, seperti ampunan dosa, kesehatan, keberkahan rezeki, kemudahan urusan, keselamatan keluarga, hingga husnul khatimah.
Banyak jamaah juga memanfaatkan momen ini untuk mendoakan orang tua, keluarga, sahabat, dan kaum muslimin secara umum.
Menjaga Kekhusyukan di Tengah Keramaian
Multazam sering dipadati jamaah dari berbagai negara. Karena itu, menjaga kekhusyukan menjadi tantangan tersendiri.
Hindari terlalu sibuk mengambil foto atau merekam video ketika berada di area tersebut. Gunakan kesempatan yang singkat untuk benar-benar fokus berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Momen berharga seperti ini akan terasa lebih bermakna ketika diisi dengan ibadah daripada aktivitas lain.
Hikmah Berdoa di Multazam
Keistimewaan Multazam mengajarkan bahwa setiap muslim memiliki kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Tempat ini bukan sekadar lokasi yang terkenal, tetapi menjadi pengingat bahwa doa yang dipanjatkan dengan hati yang tulus, penuh harapan, dan disertai usaha merupakan bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan.
Yang terpenting bukan hanya berada di Multazam, melainkan menghadirkan hati yang ikhlas dan penuh keyakinan kepada Allah SWT.
Kesimpulan
Multazam merupakan area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah yang dikenal sebagai salah satu tempat istimewa untuk berdoa.
Banyak jamaah haji dan umrah memanfaatkan kesempatan berada di sana untuk memohon berbagai kebaikan kepada Allah SWT. Meski demikian, jamaah tetap dianjurkan menjaga adab, tidak berdesakan, dan mengutamakan keselamatan selama berada di sekitar Ka’bah.
Semoga setiap doa yang dipanjatkan di Tanah Suci menjadi jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membawa keberkahan dalam kehidupan.
FAQ
Di mana letak Multazam?
Multazam berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah.
Mengapa Multazam dianggap istimewa?
Multazam dikenal dalam tradisi Islam sebagai salah satu tempat yang dianjurkan untuk memperbanyak doa karena memiliki keutamaan dan keberkahan.
Apakah ada doa khusus di Multazam?
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan. Jamaah dapat berdoa dengan bahasa apa pun dan memohon segala kebaikan kepada Allah SWT.
Apakah semua jamaah bisa menyentuh Multazam?
Belum tentu. Pada musim haji atau saat kondisi sangat ramai, akses ke area Multazam bisa sangat padat sehingga jamaah tidak perlu memaksakan diri.
Apakah doa di Multazam pasti dikabulkan?
Seorang muslim dianjurkan berdoa dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. Namun, hanya Allah SWT yang menentukan cara dan waktu terbaik untuk mengabulkan setiap doa sesuai hikmah-Nya.