Program keagamaan Ramadhan di Masjid Haramain akan mengalami penguatan besar pada Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026. Pemerintah Arab Saudi melalui Presidensi Urusan Keagamaan resmi meluncurkan rencana operasional Ramadhan untuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan menghadirkan lebih dari 100 program baru yang inovatif dan berbasis teknologi.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan jamaah dari seluruh dunia, sekaligus memperluas jangkauan dakwah Islam secara global melalui pendekatan moderat dan berimbang.
Strategi Ramadhan Berbasis Moderasi dan Teknologi
Peluncuran program Ramadhan ini diumumkan langsung oleh Presiden Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Dr. Abdulrahman Al-Sudais. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Ramadhan 2026 akan mengedepankan prinsip moderasi, keseimbangan, serta pemanfaatan teknologi modern.
Menurutnya, strategi ini dirancang dengan pendekatan menyeluruh untuk menjawab kebutuhan jamaah internasional yang terus meningkat, baik dari sisi ibadah, edukasi, maupun layanan informasi.
Tujuh Tujuan Strategis Program Ramadhan Haramain
Dalam pemaparannya, Sheikh Al-Sudais menjelaskan bahwa terdapat tujuh tujuan strategis utama dalam program Ramadhan 2026, antara lain:
- Meningkatkan pengalaman spiritual jamaah
- Memperkuat pengajaran Al-Qur’an dan Sunnah
- Mengembangkan dakwah Islam moderat
- Memperluas layanan penerjemahan multibahasa
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
- Mengoptimalkan transformasi digital
- Memperkuat peran kepemimpinan keagamaan Arab Saudi secara global
Seluruh tujuan tersebut dirancang agar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi semakin inklusif bagi jamaah dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa.
Tujuh Program Strategis dengan Sepuluh Jalur Operasional
Rencana operasional Ramadhan ini akan dijalankan melalui tujuh program strategis yang diterapkan dalam sepuluh jalur operasional. Jalur tersebut mencakup:
- Bidang akademik dan keilmuan
- Dakwah dan bimbingan ibadah
- Media dan komunikasi keagamaan
- Transformasi digital
- Layanan keagamaan khusus perempuan
- Penerjemahan multibahasa
- Program relawan Ramadhan
Supervisor Media dan Komunikasi, Dr. Salem bin Ali Arijah, menyebut strategi ini sebagai lompatan kualitatif dalam penyampaian pesan keagamaan Haramain.
Pendekatan Media yang Lebih Humanis dan Global
Dr. Salem menegaskan bahwa salah satu fokus utama Ramadhan 2026 adalah membangun narasi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi secara lebih profesional, humanis, dan mudah dipahami oleh masyarakat global.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan pesan dua masjid suci tidak hanya sampai, tetapi juga menyentuh hati umat Islam di seluruh dunia.
100 Inisiatif Baru, Termasuk Hidayah Hackathon
Sebagai bagian dari program keagamaan Ramadhan di Masjid Haramain, Arab Saudi menyiapkan 100 inisiatif operasional berkualitas tinggi. Beberapa di antaranya adalah:
- Hidayah Hackathon, program inovasi teknologi keagamaan
- Hidayah Center, pusat pengembangan dakwah digital
- Ijlal Exhibition, pameran edukatif keislaman
- Peluncuran berbagai platform digital baru
- Perluasan layanan penerjemahan hingga lebih dari 40 bahasa
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam memadukan nilai-nilai ibadah dengan kemajuan teknologi.
Didukung Lebih dari 850 Petugas Keagamaan
Pelaksanaan seluruh program Ramadhan ini akan ditangani oleh tim terpadu yang melibatkan lebih dari 850 personel, terdiri dari:
- Imam dan khatib
- Guru dan pendakwah
- Muazin
- Tenaga layanan keagamaan
Mereka akan bertugas penuh selama bulan suci Ramadhan guna memastikan seluruh jamaah mendapatkan pelayanan ibadah yang optimal.
Penutup
Peluncuran program keagamaan Ramadhan di Masjid Haramain tahun 2026 menjadi bukti keseriusan Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan ibadah umat Islam global. Dengan pendekatan moderat, digital, dan multibahasa, Ramadhan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi diharapkan semakin bermakna, inklusif, dan penuh keberkahan.
Baca Juga : Waktu-Waktu Mustajab Berdoa di Tanah Suci
Kunjungi Instagram Hajar Aswad Mubaroq di Link ini untuk informasi umroh terupdate.