Search

Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Wajib Anda Ketahui Sebelum Melaksanakan Ibadah Haji, Apa Saja? Simak Sampai Akhir

Tata cara pelaksanaan ibadah haji – Musim haji sudah tiba, tapi apakah Anda sudah mempersiapkan diri dengan mempelajari tata cara pelaksanaan ibadah haji? Sebagian dari Anda mungkin sudah ada yang pernah melaksanakan ibadah umroh, tapi tahukah Anda ibadah haji dan umroh memiliki rangkaian atau tatacara yang sangat berbeda dan memiliki hikmah yang berbeda di setiap pelaksanaannya. 

Berikut Mimin rangkum tata cara pelaksanaan ibadah haji yang wajib Anda ketahui sebelum melaksanakan ibadah haji.

1. Memulai dengan Ihram

Tata cara pelaksanaan ibadah haji pertama yang harus Anda lakukan adalah mengambil niat Ihram. Ihram  adalah langkah pertama yang dilakukan saat memasuki miqat. Calon jemaah harus mengenakan pakaian ihram dan mengucapkan niat dengan khusyu

Pakaian ihram laki-laki dan perempuan sangatlah berbeda, untuk laki-laki hanya menggunakan dua helai kain putih yang tebal, tidak berjahit dan tidak menerawang. Diharuskan menggunakan pakaian dalam atau pakaian yang berjahit dan membentuk lekukan tubuh. 

Sedangkan pakaian ihram wanita tidak ada ketentuan khusus seperti laki-laki. yang terpenting tidak menerawang, tidak ketat membentuk lekukan tubuh dan tidak boleh menggunakan cadar. Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan Ihram antara lain adalah:

  1. Mandi besar dan memakai pakaian ihram
  2. Berniat ihram di miqat
  3. Membaca talbiyah

2. Wukuf di Padang Arafah

Tata cara pelaksanaan ibadah haji kedua yang menjadi puncaknya atau sahnya dari pelaksanaan ibadah haji adlah Wukuf di Padang Arafah. Wukuf merupakan salah satu rukun haji yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

 Wukuf dilakukan dengan berdiri di Padang Arafah mulai dari tergelincirnya matahari sampai terbenamnya matahari. Merupakan simbol dari pengampunan dosa-dosa yang dilakukan oleh umat manusia.

3. Menginap di Muzdalifah dan Mina

Jamaah Hajar Aswad Mubaroq ke 3 Setelah wukuf di Padang Arafah, jamaah haji akan melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah untuk menginap. Di Muzdalifah, jamaah haji akan melaksanakan shalat Maghrib dan Isya secara jamak takdim serta mabit di sana. Selanjutnya, jamaah haji akan menuju Mina untuk melempar jumrah.

Salah satu kegiatan yang dikerjakan saat bermalam di Muzdalifah / saat bermabit adalah mengumpulkan beberapa batu kerikil yang akan digunakan untuk melempar 3 jumrah.

4. Melempar Jumrah di Aqabah

Jamaah Hajar Aswad Mubaroq ke 4 Melempar jumrah di Aqabah merupakan salah satu ritual dalam pelaksanaan ibadah haji. Jamaah haji akan melempar jumrah di tiga tembok setan yang besar dengan tujuan untuk mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS yang melempar setan yang menggoda untuk menghalangi niatnya dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Baca Juga : Haji Plus Kuota Resmi Kemenag

5. Melakukan Thawaf Ifadah

Thawaf Ifadah dilakukan setelah melempar jumrah di Aqabah, dilakukan di sekitar Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Thawaf Ifadhah merupakan bagian dari rukun haji yang harus dilaksanakan oleh jamaah haji setelah selesai dari Mina.

6. Melaksanakan Sa’i di Bukit Shafa dan Marwah

Setelah melakukan Thawaf Ifadah, jamaah haji akan melaksanakan sa’i di antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i ini menggambarkan usaha Hajar yang mencari air untuk putranya Ismail AS.

Sa’i di kerjakan sebanyak 7x putaran yang di mulai dari bukit Saffa dan berakhir di bukit Marwah, dengan perhitungan safa ke marwah di hitung satu dan marwah ke Safa di hitung 2 dan seterusnya. 

Baca Juga : Pilihan paket haji khusus dan haji Furoda

7. Melempar 3 Jumrah

Setelah selesai melaksanakan sa’i, jamaah haji akan kembali ke Mina untuk melempar tiga jumrah yaitu jumrah Aqabah, jumrah Wustha, dan jumrah Ula. Melempar jumrah ini dilakukan pada hari Tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Tata Cara melempar Jumroh : 

  • Menggunakan kerikil dengan ukuran sekitar sebesar ruas jari kelingking.
  • Kerikil yang digunakan harus baru, tidak bekas dipakai melempar sebelumnya, sesuai dengan mazhab Hambali dan Maliki. Mazhab Hanafi dan Syafi’i memperbolehkan penggunaan kerikil bekas.
  • Setiap lemparan menggunakan satu kerikil. Bahkan jika tujuh kerikil dilemparkan sekaligus, dianggap sebagai satu lemparan.
  • Melempar jumrah dilakukan dengan tangan, tidak boleh menggunakan alat bantu.
  • Wajib membaca takbir setiap kali melempar jumrah.
  • Setiap 1 jumrah berjumlah 7 kerikil / 7x lemparan kerikil.
  • Melakukan lemparan dengan tertib dan sesuai urutan yang benar.

8. Memotong Rambut

Setelah melempar jumrah, jamaah haji akan memotong rambut sebagai tanda telah selesai dari ibadah haji. Bagi jamaah haji yang melakukan haji qiran atau tamattu’, memotong rambut ini merupakan bagian dari tahallul awal.

9. Melakukan Thawaf Wada atau Tawaf Perpisahan

Thawaf Wada dilakukan sebelum jamaah haji meninggalkan Makkah, dilakukan sebagai perpisahan dengan Ka’bah sebelum kembali ke tanah air. Thawaf Wada menjadi penutup dari ibadah haji seorang Muslim.

10. Melakukan Tahallul Akhir

Tahallul akhir merupakan tahap terakhir dari ibadah haji, dilakukan dengan melepas pakaian ihram dan kembali ke kehidupan sehari-hari. Tahallul akhir menandai berakhirnya ibadah haji dan kembali ke kehidupan yang baru dengan penuh kesucian.

Search