Hari Asyura tidak hanya menjadi momentum ibadah melalui puasa sunnah, tetapi juga melahirkan berbagai tradisi yang berkembang di dunia Islam. Meskipun berbeda-beda, sebagian besar tradisi tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu mengingat kebesaran Allah SWT dan mempererat hubungan sosial di masyarakat.
Berikut beberapa tradisi menarik dalam menyambut Hari Asyura di berbagai negara Muslim.
Indonesia: Santunan dan Pengajian Muharram
Di Indonesia, Hari Asyura identik dengan kegiatan sosial dan keagamaan.
Banyak masjid mengadakan santunan anak yatim, pengajian, doa bersama, serta kajian tentang sejarah Nabi Musa AS dan keutamaan bulan Muharram.
Puasa Tasua dan Asyura juga semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Maroko: Hari Berbagi dan Kebersamaan Keluarga
Masyarakat Maroko memiliki tradisi berkumpul bersama keluarga pada Hari Asyura.
Anak-anak biasanya mendapatkan hadiah kecil, sementara masyarakat saling berbagi makanan dan membantu mereka yang membutuhkan.
Nilai kebersamaan menjadi salah satu ciri khas peringatan Asyura di negara tersebut.
Turki: Membuat Hidangan Asure
Di Turki, masyarakat mengenal hidangan khas bernama Asure atau Noah’s Pudding.
Makanan ini terbuat dari campuran gandum, kacang-kacangan, buah kering, dan gula. Tradisi tersebut dikaitkan dengan kisah Nabi Nuh AS setelah selamat dari banjir besar.
Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan memprioritaskan ibadah yang memiliki dasar syariat yang jelas, seperti puasa sunnah dan sedekah.
Arab Saudi: Fokus pada Ibadah dan Puasa Sunnah
Di Arab Saudi, peringatan Hari Asyura lebih banyak diisi dengan ibadah pribadi.
Masyarakat memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan mengikuti kajian keagamaan di masjid.
Suasana tetap sederhana dan berfokus pada amalan yang diajarkan Rasulullah SAW.
Malaysia: Program Keagamaan dan Kegiatan Sosial
Di Malaysia, lembaga-lembaga Islam sering mengadakan ceramah, santunan, dan kegiatan sosial selama bulan Muharram.
Momentum tahun baru Hijriah dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat.
Mengutamakan Sunnah di Atas Tradisi
Perbedaan budaya merupakan bagian dari kekayaan umat Islam. Namun, para ulama mengingatkan agar tradisi yang dilakukan tidak melampaui batas syariat.
Puasa Tasua dan Asyura, sedekah, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa tetap menjadi amalan utama yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Kesimpulan
Hari Asyura diperingati dengan cara yang berbeda di berbagai negara Muslim. Meskipun tradisinya beragam, esensi utamanya tetap sama, yaitu memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah pada bulan Muharram.